Yuk lebih tahu tentang jelantah


Hasil gambar untuk gambar minyak jelantah
Minyak goreng (Sumber: kaskus)

Mungkin sebagian dari kita ada yang tahu jelantah tapi juga sebagian tidak. Jelatah menurut Wikipedia, Minyak jelantah (bahasa inggris: waste cooking oil) adalah minyak limbah yang berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya, minyak ini merupakan minyak bekas pemakaian kebutuhan rumah tangga umumnya.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan minyak goreng untuk memasak. Dan dalam memasak kita sering melakukan yang namanya menggoreng.

Mayoritas dalam keseharian jelantah hanya dibuang begitu saja saja tanpa ada pengolahan. Dan membuang secara sembarangan.seperti di tanah, sungai, selokan, westafel. dan lain sebagainya. Padahal limbah ini  memberikan  dampak, baik dalam kesehatan maupun lingkungan. Dampak kesehatan dari jelantah yaitu dapat berubah menjadi racun dalam tubuh kita. Karena penggunaan jelantah penggunaan yang lebih dari tiga kali tidak diperbolehkan.

Sedangkan dampak terhadap lingkungan yaitu
  1. Menyumbat saluran air. Sistem drainase akan tersumbat karena disebabkan dibuangnya limbah secara bertahun-tahun. Karena sifat minyak yang lengket maka dia akan mengikat apapun yang melewatinya.
  2. Mencemari lingkungan, jelantah yang langsung dibuang ke tanah akan menyebabkan tanaman sekitar mati. Tanah tidak bisa mengolah minyah yang tidak terolah.
  3. Menghalangi cahaya matahari masuk ke air dan menghalangi organisme mendapat sinar matahari.
  4. Menghalangi cahaya matahari masuk ke permukaan air, karakter minyak yang terpisah dengan air dan minyak berada di atas permukaan.


Walaupun jelantah memiliki dampak negatif namun minyak jelantah dapat dilakukan pengolahan agar menjadi lebih bermanfaat:

1. Membuat sabun cuci
Digunakan untuk sabun cuci piring bukan untuk sabun mandi karena belum ada pengujian di laboratorium.
Alat dan Bahan: a. minyak jelantah (2x penggorengan) b. Air c. Soda api d. Masker e. Sarung tangan
Cara pembuatan:
  • Siapkan alat dan bahan
  • Pakailah masker dan sarung tangan
  • Campurkan air ke soda api, aduklah sampai rata.
  • Masukkan minyak ke dalam campuran soda api dan air.


2. Membuat lilin
Jelantah dicampur tumbuk arang kemudian disaring menggunakan kertas penyaring. Beberapa saat kemudian jelantah yang keruh akan berubah menjadi jernih dan siap untuk dijadikan bahan dasar lilim. Arang mengandung karbon aktif. Selain menjernihkan jelantah, juga menghilangkan bau, dan rasa. Karena seperti yang kita tahu setelah kita menggunakan untuk menggoreng macam-macam, maka akan muncul aroma dan rasa yang mungkin tidak sedap. Lilin yang sudah siap tadi kemudan dicampur dengan lilin yang sudah dilelehkan. Untuk proses pelelehan sama seperti dengan proses melelehkan cokelat. Sebagai pelengkap dapat ditambahkan ekstrak aroma terapi dan pewarna. Sehingga dalam hal ini kita mendapatkan manfaat selain penerangan juga sebagai pengharum ruangan. Agar menambah penampilan lebih menarik dapat dimasukkan dalam wadah botol kaca atau diberi kreativitas lainnya.  Hal ini pernah dilakukan oleh Ibu Lina Tri Marfuah yang menjadi juara pertama dalam ajang tutor berprestasi dalam kategori tutur Paket C. Dan cerita beliau pernah dimuat dalam https://radarsolo.jawapos.com.

3. Diolah untuk bahan bakar yaitu biodiesel
Sebelum dioalah dilakukan penyaringan terlebih dahulu minyak jelantah tersebut.

Selain mengolah kita juga bisa membantu menimalisir limbah jelantah dengan cara mengunakan minyak goreng secukupnya.


Yuk mari bijak  dalam menggunakan minyak goreng!


Referensi:
  1. https://kumparan.com/kumparanfood/cara-membuang-minyak-sisa-menggoreng-agar-tidak-mencemari-lingkungan
  2. https://youtu.be/wetsgy-RuqI
  3. https://radarsolo.jawapos.com/read/2018/07/02/84626/lilin-dari-minyak-goreng-bekas-ini-diklaim-lebih-awet
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_jelantah






Komentar